Membiasakan Anak Hidup Sehat

LintasPati.com -


10 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Manfaatnya | Hello Sehat


Kebersihan dan kesehatan pada saat ini kurang diperhatikan oleh semua orang, padahal kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan, dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Kebersihan adalah hal yang sangat utama dan yang sangat penting untuk diterapkan dikehidupan sehari-hari, karena kebersihan adalah salah satu yang menentukan status kesehatan seseorang, apabila sesorang menerapkan hidup bersih di dalam dirinya maka ia akan mendapatkan kesehatan yang lebih baik. Anak usia dini merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan, anak usia dini juga berada pada kondisi yang sangat peka terhadap stimulus sehingga mudah dibimbing, diarahkan, dan ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, termasuk kebiasaan berprilaku hidup bersih dan sehat. 

Keluarga mempunyai peran utama dalam mendidik pembiasaan anak, dan di lingkungan keluarga inilah anak secara langsung menerima pendidikan. Orang tua adalah guru pertama yang mengajarkan anak usia dini tentang banyak hal termasuk tentang masalah kebiasaan untuk hidup bersih dan sehat ketika mereka dirumah. Jika orang tua menerapkan hidup bersih dan sehat secara tidak langsung, maka anak usia dini akan menirukan kebiasaan yang mereka lihat dari orang tuanya. Dan juga sebaliknya, jika orang tua tidak peduli dengan kebersihan dan kesehatan maka anak juga tidak peduli dengan kebersihan dan kesehatan.

Di sini anak mampu meniru secara terbatas perilaku yang dilihat dan didengarnya. Mulai meniru perilaku baik atau tidak . Segala sesuatu yang dilihat, didengar, dan diucapkan oleh orang lain, terutama orang dewasa akan ditirukan oleh anak. Jadi orang tua pada pembahasan ini mempunyai peran aktif dalam membiasakan anak hidup sehat dengan menerapkan hidup sehat dilingkungannya sendiri, berikut ini adalah beberapa contoh perilku hidup sehat yang bisa diterapkan pada anak khususnya anak usia dini :

  1. Hidup bersih

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

Karena, sabun dan air yang mengalir bisa menghilangkan kuman dan bakteri apa lagi disaan pandemic saat ini

  • Memotong kuku

Memotong kuku secara rutin itu sangat penting karena kuku yang panjang adalah sarang bagi kuman sehingga harus dipotong secara rutin.

  • Membuang sampah tidak sembarang

Sampah yang dibuang sembarang dapat menyebabkan lingkungan yang kumuh, sarang nyamuk, banjir, maka dari itu biasakan anak agar membuang sampah pada tempatnya.

  • Mandi sehari dua kali 

Disisi lain mandi tidak hanya membersihkan diri dari kuman tetapi mandi juga bisa membuar badan menjadi rileks dan segar.

  • Sikat gigi pagi dan malam

Karena dimulut banyak sisa makanan yang perlu dibersihkan agar tidak menjadikan bau mulut atau yang lainnya.

  1. Makan-makan makanan yang sehat dan bergizi

  • Mengurangi makan dan  minum yang instan ,di dalam makanan dan minuman yang instan terdapat bahan-bahan pengawet ,pewarna buatan yang bisa memicu pertumbuhan kangker dan penyakit lainnya,biasanya anak-anak sangat suka dengan makanan isntan disini orangtua perlu membatasi atau mengurangi anak untuk makan makanan instan.

  • Membiasakan makan sayuran dan buah buahan, sayur dan buah sangat penting karena banyak vitamin yang diperlukan bagi tubuh.

  • Mengurangi makanan yang berlemak, ,makanan yang berlemak mengadung kolestrol tinggi dan zat gula makanan- makanan tersebut harus kita kurangi .

  1. Hidup sehat

  • Rajin berolahraga, jika kita rutin berolahraga setiap hari dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan mencegah datangnya penyakit.

  • Istirahat yang cukup dan tidak begadang, hal ini dapat meningkat  gairah hidup  menjadi lebih semangat dan berkonsentrasi saat beraktivitas.

Dari penjelasan diatas orang tua sebisa mungkin menerapkan hidup sehat, karena perilaku tersebut pasti akan ditiru oleh anak khususnya anak usia dini karena anak usia dini sangat kritis dan mudah menirukan apa yang menjadi kebiasaan orang di sekitar khususnya dalam keluarga.

About redaksi

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.