MAN 2 Kudus Hadirkan "Ramadan Berkah, Ramadan Bahagia", Murid Datang Lebih Awal untuk Ibadah
KUDUS – MAN 2 Kudus kembali menghadirkan program pembiasaan ibadah selama bulan suci Ramadan bertajuk "Ramadan Berkah, Ramadan Bahagia." Meski sesuai aturan jam kerja Ramadan dimulai pukul 08.00 WIB, seluruh warga madrasah justru hadir lebih awal, yakni pukul 07.00 WIB, untuk mengawali hari dengan amalan sunnah.
Program ini dirancang sebagai ikhtiar memaksimalkan keberkahan Ramadan sekaligus membangun karakter religius, kedisiplinan, dan kepedulian sosial murid. Sejak pagi, murid bersama guru dan tenaga kependidikan berkumpul di Mushola Nurul Iman untuk melaksanakan rangkaian ibadah berjamaah dengan penuh kekhusyukan.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum istimewa yang tidak boleh disia-siakan.
"Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa dan dinanti-nanti. Pada bulan ini setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Karena itu, saya mengajak seluruh warga madrasah untuk memaksimalkan kesempatan langka ini," ujarnya.
Penguatan Cinta Nabi dan Al-Qur'an
Sebagaimana hari efektif sebelumnya, lantunan mahalul qiyam terus dikumandangkan sebagai bentuk pendidikan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dalam program Ramadan, pembiasaan ini diperkuat dengan pembacaan Ya Muhaimin, sholawat bersama, serta tadarus Al-Qur'an melalui program One Day One Juz, sehingga dalam sehari murid membaca satu juz secara kolektif.
Suasana pagi di madrasah terasa khidmat. Lantunan ayat suci dan sholawat menggema dari mushola, membangun atmosfer spiritual yang menenangkan sekaligus mempererat kebersamaan.
Gerakan Satu Juta Shadaqah
Tak hanya aspek spiritual, program ini juga menanamkan kepedulian sosial melalui gerakan Satu Juta Shadaqah. Seluruh warga madrasah dibiasakan menyisihkan sebagian rezekinya untuk diinfakkan. Gerakan ini selaras dengan anjuran Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam membudayakan infak sebagai pendidikan karakter dermawan.
Rangkaian Kegiatan Harian
Setiap pukul 07.00 WIB, murid melaksanakan shalat Isyraq, dilanjutkan shalat Dhuha, mahalul qiyam, pembacaan Ya Muhaimin, serta tadarus satu juz hingga pukul 08.00 WIB. Setelah itu, kegiatan belajar mengajar berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah.
Pada sore hari pukul 17.00 WIB, tayangan "Satu Hari Satu Kabar/Satu Hadis" yang diisi oleh KH Agus Nafi ditayangkan melalui kanal YouTube Mandua Kudus. Murid kemudian diminta meresensi tayangan tersebut sebagai bentuk penguatan literasi dan refleksi nilai keislaman.
Ali Musyafak meyakini program ini bukan sekadar meningkatkan kuantitas ibadah, tetapi membentuk karakter murid agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta mencintai Al-Qur'an.
"Dengan demikian, kita diharapkan menjadi pribadi yang saleh dan bertakwa kepada Allah, sehingga dosa-dosa kita diampuni," tuturnya.
Melalui "Ramadan Berkah, Ramadan Bahagia", MAN 2 Kudus berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum pembentukan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat, sehingga nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan di madrasah terus melekat dalam kehidupan sehari-hari para murid.
0 komentar:
Posting Komentar