Banjir Rendam Ratusan Rumah di Gabus, Polisi Siaga di Tengah Ancaman Luapan Sungai




Banjir Rendam Ratusan Rumah di Gabus, Polisi Siaga di Tengah Ancaman Luapan Sungai

PATI — Banjir akibat limpasan Sungai Silugonggo, Sungai Godo, dan Sungai Gono merendam dua desa di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Sabtu (31/1/2026) sore. Peristiwa ini dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gabus AKP Daffid Paradhi, S.H. mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan jajaran Bhabinkamtibmas hingga pukul 15.00 WIB, wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Mintobasuki dan Desa Babalan. Meski di beberapa lokasi air mulai surut, potensi luapan susulan dari sungai masih harus diantisipasi.

Di Desa Mintobasuki, satu titik jalan desa di Dukuh Jrakah tergenang sepanjang kurang lebih 150 meter dengan ketinggian air 0 hingga 20 sentimeter. Selain itu, banjir merendam 68 rumah warga yang dihuni 105 kepala keluarga atau 173 jiwa. "Warga masih bertahan di rumah masing-masing dan belum ada yang mengungsi. Satu mushola sempat digunakan warga untuk berkumpul sementara," ujar AKP Daffid Paradhi.

Banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Di Desa Mintobasuki, tanaman padi tua seluas sekitar 55 hektare terendam dengan estimasi kerugian mencapai Rp 515 juta. Petugas kepolisian bersama perangkat desa terus melakukan pemantauan sekaligus membantu warga mengamankan barang-barang berharga.

Sementara itu di Desa Babalan, banjir menggenangi 47 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 0 hingga 20 sentimeter. Sebanyak 94 kepala keluarga atau 157 jiwa terdampak. Satu titik jalan desa sepanjang kurang lebih 100 meter juga terendam dengan kedalaman air 0 hingga 15 sentimeter.

"Untuk Desa Babalan, kondisi mulai membaik karena curah hujan menurun sehingga debit Sungai Silugonggo berkurang. Namun kami tetap siaga karena situasi cuaca masih bisa berubah," kata AKP Daffid Paradhi.

Di desa tersebut, lahan padi tua seluas kurang lebih 90 hektare ikut tergenang dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 1,2 miliar.

Secara keseluruhan, banjir di Kecamatan Gabus berdampak pada 117 rumah, 199 kepala keluarga, dan 330 jiwa. Dua titik jalan desa tergenang air, sementara total kerugian materiil akibat terendamnya tanaman padi diperkirakan mencapai Rp 1,815 miliar.

AKP Daffid Paradhi menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air. "Kami siaga memantau perkembangan sungai dan siap melakukan langkah cepat apabila terjadi luapan susulan," tegasnya.

Hingga Sabtu sore, tidak terdapat laporan tanah longsor maupun korban jiwa. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi limpasan dari Sungai Silugonggo, Sungai Godo, dan Sungai Gono masih bisa terjadi apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

(pn/ dok Humas Polresta Pati)

About redaksi

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.