Relawan Kemanusiaan Kastomo dan Panji Bangsa Salurkan Bantuan ke 8 Desa Terdampak Banjir di Jakenan




Relawan Kemanusiaan Kastomo dan Panji Bangsa Salurkan Bantuan ke 8 Desa Terdampak Banjir di Jakenan

Pati — PATINEWSCOM 

Relawan Kemanusiaan Kastomo (RAKKA) bersama Panji Bangsa, badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati, melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke delapan desa di Kecamatan Jakenan, Selasa (—/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kastomo, yang menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang meluas di Kabupaten Pati akibat curah hujan ekstrem yang terjadi selama hampir dua pekan terakhir.

"Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan banjir di banyak wilayah Kabupaten Pati. Genangan air sudah berlangsung sekitar satu minggu dan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, kesehatan, perekonomian, hingga infrastruktur," ujarnya.

Kastomo menjelaskan, dampak banjir paling signifikan dirasakan pada sektor pertanian. Berdasarkan data sementara, luas lahan pertanian yang mengalami gagal panen di Kabupaten Pati diperkirakan mencapai 4.400 hektare. Khusus di Kecamatan Jakenan, lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 1.000 hektare yang tersebar di delapan desa.

Menurutnya, meskipun banjir dipicu oleh faktor alam berupa curah hujan tinggi, upaya mitigasi dan pencegahan harus menjadi perhatian serius pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai, Kabupaten Pati telah berulang kali mengalami banjir besar sejak 2014, dan hingga kini belum memiliki solusi penanganan jangka panjang untuk mengatasi banjir musiman.

"Dalam kurun 10 tahun terakhir, banjir besar sudah terjadi sekitar lima kali. Sampai hari ini belum ada solusi permanen untuk mencegah banjir yang selalu datang setiap musim hujan," ungkapnya.

Kastomo mendorong agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat duduk bersama dengan masyarakat serta kalangan akademisi untuk membahas solusi menyeluruh. Ia menilai perlu dilakukan kajian mendalam terkait penyebab banjir yang tidak kunjung surut, seperti pendangkalan sungai, kondisi muara sungai, keberadaan embung, serta sumbatan anak sungai menuju Sungai Silugonggo.

"Perlu ada keputusan yang jelas, apakah harus dilakukan normalisasi total sungai, pembangunan tanggul beton sepanjang Sungai Silugonggo, atau pengelolaan banjir yang justru bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, Kastomo berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi darurat.

"Semoga musibah banjir di Kabupaten Pati segera surut, perekonomian kembali normal, dan masyarakat bisa bekerja serta bertani kembali. Mari seluruh warga Pati bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir," pungkasnya.


About redaksi

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.