Pati Jadi Jawara Penyaluran KUR di Jawa Tengah, Didukung Penguatan Fiskal Daerah


Pati Jadi Jawara Penyaluran KUR di Jawa Tengah, Didukung Penguatan Fiskal Daerah


Oleh: Kurnia Rimadani – KPPN Pati


Kabupaten Pati kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah di Jawa Tengah. Hingga 31 Desember 2025 menurut data SIKP KUR, Pati tercatat sebagai kabupaten dengan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.


Berdasarkan data penyaluran kredit program, total KUR yang mengalir ke wilayah Kabupaten Pati mencapai Rp 2,94 triliun, tepatnya sebesar Rp 2.947.376.174.909. Dana tersebut telah dimanfaatkan oleh 62.779 pelaku usaha, baik perorangan maupun kelompok usaha, yang tersebar di berbagai sektor ekonomi.


Capaian ini mencerminkan tingginya aktivitas usaha masyarakat sekaligus efektivitas KUR sebagai instrumen pembiayaan yang mampu menjangkau pelaku usaha kecil dan menengah secara luas, khususnya di daerah.


Pertanian Masih Jadi Tulang Punggung


Dari sisi sektor usaha, pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran KUR di Kabupaten Pati dengan porsi 45,96 persen. Kondisi ini sejalan dengan karakteristik Pati sebagai daerah agraris dengan basis ekonomi masyarakat yang kuat di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.


Selanjutnya, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap 37,60 persen penyaluran KUR. Sektor ini berperan penting dalam menjaga perputaran ekonomi harian, terutama bagi pelaku UMKM yang bergerak di pasar tradisional, usaha ritel, dan distribusi barang.


Sementara itu, sektor hiburan turut menyumbang 5,68 persen, menunjukkan tumbuhnya sektor jasa dan kreativitas sebagai penopang ekonomi daerah di tengah diversifikasi usaha masyarakat.

Sinergi Fiskal dan Kredit Program Dorong Ekonomi Riil


Penyaluran KUR yang terkonsentrasi pada sektor-sektor utama tersebut tidak terlepas dari dukungan kebijakan fiskal pemerintah pusat di daerah. Melalui Kantor Perwakilan DJPb Kementerian Keuangan, penyaluran Transfer ke Daerah terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas fiskal regional dan memperkuat daya beli masyarakat.


Peran tersebut dijalankan secara operasional oleh KPPN Pati yang memastikan dana transfer ke pemerintah daerah tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. Aliran dana APBN ke daerah ini menjadi bantalan fiskal yang penting, terutama dalam mendukung belanja daerah, pembangunan infrastruktur dasar, serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Lebih dari sekadar penyaluran anggaran, KPPN Pati juga aktif mensosialisasikan kepada pelaku usaha bahwa pemerintah hadir secara nyata dalam mendampingi perkembangan UMKM, salah satunya melalui pemanfaatan kredit program KUR sebagai sumber pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan.


Pemerintah Hadir Dampingi UMKM


Sinergi antara kebijakan fiskal melalui transfer ke daerah dan penyaluran KUR terbukti mampu menggerakkan ekonomi riil Kabupaten Pati, di tengah keberadaan 12 sektor usaha lainnya yang juga menerima manfaat kredit program.


KUR tidak hanya berfungsi sebagai tambahan modal usaha, tetapi juga menjadi instrumen inklusi keuangan yang mendorong UMKM naik kelas, memperluas skala usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru. Dengan dukungan fiskal yang kuat dan pendampingan berkelanjutan, Kabupaten Pati menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha.


Ke depan, capaian ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus menegaskan peran strategis APBN dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pati.




#pati #jateng #fyp #virals #story #jangkauansemuaorang

About redaksi

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.